Tampilkan postingan dengan label SOSIAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOSIAL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2015

Dinas PU Cipta Karya OKUT Cor Jalan Lingkungan


       SEMENDAWAI TIMUR- Pengecoran jalan lingkungan di desa Tulung Harapan Kecamatan Semendawai Timur program dari dinas PU Cipta Karya Kabupaten OKU Timur sudah mulai dilaksanakan. Bahkan, untuk menjaga kualitas dari bangunan tersebut tukang yang mengerjakan diambil dari warga desa Tulung Harapan itu sendiri.
     
       Sugiman (45), kepala tukang pengecoran jalan lingkungan di desa Tulung Harapan mengatakan mereka sudah memulai pengerjaan sejak Minggu (3/05) kemarin dan menargetkan pengerjaan akan selesai pada Sabtu (9/05) mendatang.” Namun yang jelas pengecoran yang kami kerjakan ini akan sesuai dengan aturan baik panjang, lebar, ketebalan dan volumenya.” Katannya saat dibincangi wartawan.

     Menurutnya, pengecoran jalan lingkungan di desa Tulung Harapan ini dengan panjang 250 meter, lebar 3 meter dan ketebalan 15 centi meter. Sedangkan untuk mengadukan material mengunakan mesin Molen.” Kami menjamin untuk kematengan adukan untuk pengecoran jalan lingkungan ini sesuai prosedur yang ada,” ujarnya.

   Sugiman berharap, pengecoran yang mereka kerjakan di desa Tulung Harapan ini nantinya bisa bertahan lama dan bermanfaat untuk masyarakat desa Tulung Harapan. Karena adanya pembangunan jalan di desa tersebut memang sudah ditunggu-tunggu sejak lama oleh warga desa Tulung Harapan.” Semoga jalan yang kami kerjakan ini bermanfaat untuk warga. Kami yang mengerjakan pun akan membuat hasil yang sangat maksimal dan berkualitas,” ungkapnya.(fir)

Selasa, 05 Mei 2015

KUA Semendawai Timur Berikan Pelayanan Prima

 

       SEMENDAWAI  TIMUR-  Kepala  Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Semendawai Timur  Saiful Ikhwan mengatakan bahwa sejak tahun 2008 hingga sekarang dirinya telah memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat  kecamatan Semendawai Timur. “Alhamdullih sampai sekarang pelayanan prima kepada masyarakat masih kami pertahankan,” katanya.

      Menurutnya salah contoh pelayan prima yang diberikan pihak KUA Kecamatan Semendawai Timur  kepada masyakat adalah memberikan pelayanan yang baik dan cepat dalam hal pernikahan.” Setiap pasangan pengantin yang baru saja menikah,mereka langsung mendapatkan buku nikah.sehingga mereka tidak perlu menunggu lama,” ujarnya.

      Selain itu,mereka juga mendapatkan penyuluhan dari Badan pembinaan Penasehatan dan Pelestarian Perkawinan (BP-4) kepada pasangan yang akan menikah di kantor KUA.” Mereka yang telah mendapatkan penyuluhan dari BP-4 akan mendapatkan piagam dan satu buah Modul Kursus Calon Pengantin,” terangnya.     

      Saiful menambahakan pelayanan yang prima yang diberikan akan terus ditingkatkan, sehingga masyarakat benar-benarterbantu dengan adanya KUA di Kecamatan Semendawai Timur ini.” Semua persoalan yang dirasa sulit akan selalu kami permudah untuk guna melayani masyakat,” pungkasnya.(fir)   

Musim Tanam Gaduh, PPL Diminta Lebih Intens Beri Penyuluhan Pada Petani


BELITANG-  Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang berada di wilayah Kabupaten OKUT diminta supaya Intens terjun ke petani langsung untuk memberikan penyuluhan pada saat musin tanam gaduh saat ini. Karena kalau para PPL tidak terjun langsung dikhawatirkan pada pendapatan padi tahun 2015 ini akan gagal panen.

    Diharapkan, dengan adanya PPL terjun langsung ke lapangan,para petani yang mengantungkan kehidupan sepenuhnya pada hasil pertanian bisa meraup untung pada panennya nanti. Karena ilmu pengetahuan yang diberikan oleh PPL sangat dibutuhan oleh petani.” Karena itu PPL harus menyentuh petani langsung dalam memberikan penyuluhan di lapangan.”kata Narto (47) salah seorang petani yang mengaku pernah menjadi PPL.

       Menurutnya, jika disuatu desa para petaninya tidak pernah mendapatkan penyuluhan dari PPL besar kemungkinan hasilnya tidak maksimal. Dan, bukan tidak mungkin akan gagal panen.” Ini pernah terjadi di suatu desa tapi saya tidak mau menyebut nama desanya. Karena PPL nya tidak pernah ke lapangan banyak petani padi yang tidak berhasil yang akhirnya hanya balik modal saja.”terangnya.

       Karena itu, selaku petani yang juga mantan PPL dirinya mengharapkan sekali PPL yang ada disetiap desa yang ada di wilayah Kabupaten OKUT bisa menjalankan tugasnya dengan baik.” Sebab selain menjalankan tugas, mereka juga akan mendapatkan pahala dari allah swt karena jika petani sukses tentunya akan berimbas pada kehidupan ekonomi keluarganya.(fir)     

Orgen Tunggal Tetap Dilarang Main Malam Hari


     SEMENDAWAI SUKU III- Polsek Semendawai Suku III hingga kini masih melarang Orgen Tunggal (OT) main pada malam hari. Orgen Tunggal hanya boleh main siang hari hingga pukul 17.30 saja. Demikian diungkapkan oleh Kapolsek Semendawai Suku III IPTU Jonson saat dibincangi wartawan belum lama ini.

     Menurut Jonson, aturan OT hanya boleh main pada siang hari saja sudah ada sejak dulu. Karena itu, pihaknya kembali menghimbau kepada pemilik OT dan warga yang ingin melakukan hayatan mematuhi aturan yang ada.” Kami minta aturan yang telah disepakati dengan para Kades dan diketahui Camat masing-masing dilaksankan dengan baik di lapangan,jangan sampai warga yang hajatan kucing-kucingan dengan aparat kepolisian,” katanya.

       Tujuan dari larangan OT main hingga malam hari ini untuk menjaga keamanan dan ketertipan di wilayah lingkungan Kecamatan tersebut. Namun,untuk kesenian tradisional seperti Janger dan kesenian Tayub boleh main hingga malam hari.”Kalau sesenian tradisional jarang terjadi keributan antar warga,tapi kalau OT sering terjadi keributan jika main pada malam hari,kaena musiknya yang remik,”ujar Jonson.

      Karena itu, Kapolsek berharap kepada masyarakat Kecamatan Semendawai Suku III dan masyarakat Kecamatan Semendawai Timur mengerti dan memahami aturabn yang sudah ada ini.” Alhamdullilah sejauh ini OT belum ada yang main pada malam hari di wilayah hukum Polsek Semendawai Suku III,”ungkapnya.(fir)

Perdes Salah Satu Solusi Untuk Bangun Desa


    SEMENDAWAI TIMUR- Banyak kalangan masyarakat menilai dengan dibentuknya peratuaran desa untuk pemotongan harga jual karet dari para tengkulak sebesar Rp 100 perkilo setiap bulannya bisa menjadi solusi untuk membangun desa. Sebab dari hasil potongan tersebut bisa digunakan untuk membangun maupun memperbaiki jalan desa yang rusak atau pun fasilitas umum lainnya.
     
       Soleh (60), salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Semendawai Timur mengatakan, pemotongan dari penjualanan karetlah  yang tepat saat ini. Namun harus dibarangi dengan manajemen yang baik dan benar. Jangan sampai kalau nantinya dibentuk perdes uang hasil pemotongan masuk ke kantong pribadi. Karena dari uang itulah dikumpulkan yang nantinya digunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak di desa masing-masing.” Saya rasa para para pembeli tidak keberatan dilakukan pemotongan harga Rp 100 perkilonya. Apalagi ini untuk kepentingan bersama,” kata Soleh saat dibincangi wartawan.

      Tidak bisa dipungkiri bahwa rusaknya jalan porosi desa  karena sering dilewati oleh kendaraan truk pengangkut karet. Kalau truk tidak diberbolehkan masuk pasti jalan tidak rusak seperti sekarang ini, tapi kalau truk tidak masuk secara otomatis petani karet akan kesulitan menjual getah karet hasil kebun mereka.”Saya rasa solusi yang tepat saat ini dengan membuat perdes pemotongan Rp 100 perkilo setiap kali transaksi, kalau suatu desa mau maju, ”jelasnya.

        Karenanya dia berharap, para kades ada kesepakat bersama untuk membuat perdes pemotongan penjualan getah karet pada para tengkulak yang membeli getah karet milik warga. Apalagi nilainya tidak terlalu besar.”Saya rasa para tengkulak juga tidak keberatan apabila ada potong sebesar Rp 100  untuk memperbaiki jalan desa,”pungkasnya.(fir)




Jembatan Penghubung Sangat Bermanfaat, Warga Semakin Ramai Melintas


     SEMENDAWAI SUKU III- Sejak jembatan penghubung antar desa yang berada di wilayah desa Taraman- Karang Marga, Kecamatan Semendawai Suku III selesai dibangun semakin ramai saja warga yang melintas.Termasuk, para pedangang keliling dan para pelajar. Sehingga jembatan tersebut sangat bermanfaat sekali untuk warga.   

       Pemantau di lapangan,  jembatan yang panjang 70 meter dengan lebar 2 meter ini hampir setiap 5 menit dilewati warga, baik itu pejalan kaki maupun mengendarai sepeda motor.” Jembatan Taraman-Karang Marga  ini bisa dibilang akses satu-satu yang mengubungkankedua desa ini, ,” kata Yono (45) warga Desa Taraman,.

      Menurutnya, jembatan Taraman-Karang Marga ini akses penghubung warga untuk bepergian, baik ke sawah, ke kebun ke pasar maupun ke PT.LPI. " Hampir ratusan orang tiap harinya melewati jembatan tersebut,termasuk saya, karena jembatan ini satu-satunya akses penghubung menuju pasar tempel kalau dari Desa Karang Marga,” ujarnya.

    Setelah jembatan ini dibangun, warga semakin banyak saja yang melintas, dan warga pun sangat bersyukur karena pemerintah OKU Timur dalam hal ini dinas PU Bina Marga telah memperhatikan mereka.”Sejak lama kami warga Taraman dan Karang Marga mengingikan jembatan  dibangun. Dan, sekarang sudah dibangun, kami melintas tidak was-was lagi,” kata Yono.(fir)

Gorong-Gorong Jalan Poros Margo Mulyo Jebol


     BELITANG II- Gorong-gorong yang berada jalan poros di desa Margo Mulyo, Kecamatan Belitang II sudah hampir setahun dibiarkan jebol. Padahal jalan poros tempat jebolnya gorong-gorong tersebut satu-satnya akses yang selalu dilewati kendaraan truk untk mengangkut hasil bumi warga , salah satunya getah karet.
     Kepala Desa (Kades) Margo Mulyo Sarjono mengatakan sejak jebolnya gorong-gorong  warga memasang kayu kelapa supaya kendaraan bisa melintas secara darurat. Tapi ternyata perbaikan sementara tersebut sudah hampir setahun dan saat ini kayu kelapanya pun sudah mulai rapuh karena termakan usia.
      “ Jadi selaku Kades saya mewakil warga desa Margo Mulyo mengharapkan supaya dinas PU Bina Marga OKUT untuk segera memperbaiki gorong-gorong yang berada di jalan poros di desa Margo Mulyo. Kerena ini menjadi akses satu-satunya yang harus dilewati untuk mengeluarkan hasil bumi,” katanya saat dibincangi wartawan Jumat (1/05) kemarin.
      Menurut Sarjono, gorong-gorong tersebut memang sangat layak untuk dibangun, karena gorong-gorong tersebut dulu dibangun tahun 1982 presidennya masih Soeharto.” Kalau dilihat dari pecahan gorong-gorong ini, dulunya saat dibangun tidak megunakan besi cor dan hanya susunan batu bata dan semen saja,” ungkapnya.(fir)

Spanduk dan Baliho Liar di Jalan Raya Mulai Marak Lagi


       BELITANG- Spanduk liar alias ilegal semakin marak saja di kawasan Belitang,baik yang melintang di jalan raya provinsi maupun di jalan-jalan kabupaten. Dengan maraknya spanduk liar ini selain mengganggu penguna jalan juga membuat pemandangan di lingkungan tersebut kurang indah,serta tidak adanya pemasukan buat kas daerah.
       Pemantauan di lapangan, tidak hanya  spanduk penerimaan siswa baru tapi juga spanduk iklan rokok dan bakal calon Bupati semakin banyak. Sementara pihak terkait terkesan hanya tutup mata melihat permasalahan seperti ini,sehingga terkesan terus berlarut-larut.” Pemandangan seperti ini sudah terjadi dari tahun ke tahun di wilayah Beliatang,” kata Yudi (45) warga Bedilan, Kecamatan Belitang Jumat (1/05) kemarin.
     Menurut Yudi,dengan kian maraknya spanduk liar ini membuat kawasan Belitang terkesan awut-awutan dan tidak tertata dengan baik,dan lingkungan pun terkesan kumuh.” Apalagi melihat pemandangan di kawasan Belitang waktu pagi hari,selain maraknya spanduk liar juga banyaknya kendaraan parkir sembarangan,”ujarnya.
        Selaku warga biasa Yudi hanya bisa berharap,ini bisa dijadikan perhatian pemerintah kedepan,karena kalau spanduk liar tersebut dipasang pada tempat yang semestinya bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah setempat.” Karena spanduk seperti produk rokok merek ternama mempunyai anggaran untuk mempromosikan produknya,” tukasnya (fir)

Luapan Air Irigasi Salah satu Penyebab Rusaknya Jalan Poros


       SEMENDAWAI SUKU III-  Luapan air dari Irigasi diduga salah satu penyebab jalan poros di wilayah desa Taraman Jaya, Kecamatan Semendawai Suku III rusak, seperti halnya yang terjadi persis di depan Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Taraman. Tamapk aspal di jalan poros tersebut sudah banyak yang mengelupas karena sering digenangi air luapan dari Irigasi.
        Pemantauan di lapangan Jumat (1/05) kemarin, salah satu penyebab seringnya air Irigasi meluap karena banyaknya sampah yang ada di saluran tersebut, sehingga air mengenangi jalan poros.” Setiap kali hujan volume air di saluran Irigasi di wilayah desa Taraman Jaya dan sampah menghalangi air yang mengalir, sehingga mengenangi jalan poros,” kata Sapin (40) salah seorang warga Taraman Jaya.
       Menurutnya, akibat itulah aspal di wilayah ini banyak yang mengelupas, sehingga sekarang hanya terlihat batu-batu saja yang ada di jalan poros di depan SD tersebut.” Jangankan aspal, batu karang pun kalau terendam air terus juga akan rusak,” ujarnya.
       Oleh karena itu, pemerintah kecamatan maupun pemerintahan desa seharusnya sering memperhatikan kondisi tersebut, kalau terus dibiarkan jalan poros akan semakin rusak.” Ya paling tidak di saluran Irigasi tersebut jangan banyak sampah supaya air yang mengalir tidak terhalang oleh tumpukan sampah,” ungkap Sapin.(fir)   

Selasa, 28 April 2015

Hendak Pulang ke Palembang, Malah Di Kroyok Warga


           BELITANG – Nasib naas dialami oleh Hermadi Setiawan dan Laura Restuti Binti Budi  bersama anaknya.  Warga Komplek CPM Blok F No 78 Sekip Ujung Palembang, mengalami pencurian dengan kekerasan atau pengeroyokan oleh massa yang berjumlah  sekitar 50 orang.  Kejadian dialaminya pada minggu (26/04) sekitar pukul 16.00 WIB ketika berangkat dari desa Lebak  Kajang, Kecamatan Madang Suku 1, Kabupaten OKU Timur hendak  menuju Palembang.
Sesuai dengan laporan kepolisian yang diterima Polsek  Cempaka menyebutkan  sesuai laporan yang diterima oleh Polsek Cempaka dengan  nomer laporan  polisi LPB/08/IV/2015/SUMSEL/OKUT/SEK.CPK tanggal 27 April 2015. Yang melaporkan  saksi korban yang merupakan seorang ibu rumah tangga bernama Laura Restuti warga Komplek CPM Blok F  no 78 sekip Ujung, Palembang. Pada  minggu (26/04) sekitar pukul 16.00 WIB dirinya satu keluarga mengalami pengeroyokan oleh massa yang  tak dikenal ketika dalam  perjalanan dari Desa Lebak  Kajang, Kecamatan Madang Suku 1, Kabupaten OKU Timur dengan menggunakan  mobil truk warna kuning menuju Palembang.
Dikatakan, sesampai  di Desa Mangulak, kecamatan Madang Suku I suami korban yang menyetir kendaraan  mobil  berjalan jig jag . Hal ini untuk  menghindari lubang yang ada di jalan..  Tiba tiba dari belakang mobil yang  mereka kendarai terdapat satu buah sepeda motor yang dikendarai oleh tiga orang  yang berteriak teriak kepada masyarakat disekitar bahwa mobil tersebut telah menyerempet orang.  Tetapi menurut pengakuan korban  dalam laporan yang masuk, ia tidak merasa menyerempet, dan sepeda motor tersebut yang ditumpangi oleh tiga orang tersebut tidak terjatuh,” jelas saksi saat melapor ke  Polsek Cempaka.
Lebih lanjut dikatakan Laura saat melapor , karna pengendara motor yang berada di belakang korban tersebut masih terus berteriak teriak bahwa mereka diserempet oleh truk yang di tumpangi korban.  Pengendara motor  mengajak masyarakat untuk mengejar mobil truk yang korban tumpangi.  Masa yang berjumlah sekitar 50orang  ikut   mengejar truk yang ia tumpangi. Hingga akhirnya berhenti di perbatasan Desa Betung. Masa yang mengejar dengan kendaraan motor berhasil memberhentikan mobil serta mengeroyok korban. “ Pengeroyokan terhadap supir truk yang juga merupakan  suami pelapor  serta  melakukan perusakan  terhadap mobil mereka dilakukan di Dusun Gedung, Desa Minanga ”ungkap korban yang juga diamini Polsek Cempaka Iptu Fauzi Shaleh.
Atas pengeroyokan  masa tersebut di wilayah  hukum Polsek Cempaka korban mengalami luka di kepala, tangan memar,  serta kerugian secara materi mobil rusak, uang tunai senilai Rp 15.200.000 raib , serta dua buah hanphone merek Nokia dan Mitto juga ikut hilang. Saat ini kasus tersebut sedang didalami oleh Polsek Cempaka. (and/mg3)

Warga Tanam Pisang Ditengah Jalan


          BELITANG – Tanaman pisang tumbuh di tengah jalan penghubung desa, dijalan penghubung Desa Sido Gede dengan Desa Harjowinangun, Kecamatan Belitang, warga menanam batang pisang karna merasa kecewa dengan kondisi jalan yang rusak berlubang, Hal tersebut diungkapkan juni warga sekita,  Selasa (28/4)
         Jalan penghubung terletak diantara  Desa Sido Gede dengan Desa Harjowinangun, Kecamatan Belitang, Selasa (28/4) selain ditumbuhi oleh sebuah batang pisang ditengah jalan juga keadaannya rusak berlubang dipenuhi oleh air, kondisi jalan masih tanah yang bercampur batu.
         Menurut Juni warga sekitar kepada media ini mengatakan, tanaman pisang yang tumbuh di tengah jalan penghubung antara Desa Sido Gede dengan Harjowinagun tersebut ditanam warga, pnyebabnya dikarenakan kondisi jalan penghubung antar desa rusak dan berlubang,” Penanaman pisang dilakukan karna jalan selalu rusak sehingga warga menanaminya dengan pisang,” terangnya.
          Dirinya berharap kepada pemerintah agar melakukan perbaikan terhadap jalan, Melakukan pengecoran beton terhadap jalan penghubung yang kini masih jalan tanah dan bercampur batu tersebut.(MG3) 

Kondisi Jembatan Cawang Darurat


     BELITANG – Kondisi jembatan cawang penghubung Desa Ketapang dengan Desa Donoharjo darurat, pasalanya kondisi jembatan masih terbuat dari kayu yang kini kondisinya sudah lapuk, hal tersebutlah kondisi yang ada pada jembatan penghubung yang berada di sungai cawang di Desa Ketapang, Kecamatan Belitang, Senin (28 /4)
         Menurut Ardan warga yang berada di sekitar sungai cawing  mengatakan, kini kondisi jembatan penghubung antar Desa Donoharjo dengan Desa Ketapang, Kecamatan Belitang  yang terbuat dari kayu kini kondisi jembatan keadaanya rusak parah, itulah kondisi yang ada pada jembatan kayu tersebut,” telah lama jembatan cawang dalam keadaan rusak, kayu jembatan sudah mulai lapuk,” terangnya.
      Dikatakan, di jembatan cawang tersebut pengendara sering kali terjadi kecelakaan, seperti pengendara motor masuk kedalam sungai cawang  akibat dari jembatan yang rusak dan lapuk,” sering mas pengendara motor masuk sungai ini saat melintas jembatan ini,” ungkap ardan.
         Meskipun kondisi papan lantai jembatan sudah mulai lapuk, namun belum juga dilakukan perbaikian, padahal jembatan merupakan jembatan yang digunakan oleh petani untuk mengangkut hasil panen petani,” saya berharap jembatan yang sudah lapuk ini, dilakukan pembangunan jembatan permanen secepatnya, agar tak lagi terjadi kecelakaan,” ucapnya.(MG3)

Camat dan Istri Ikut Goyang Dumang


    MARTAPURA- Dalam rangka memperingati hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4) lalu, tim pengerak PKK Kabupaten mengelar acara lomba senam lansia dan goyang dumang antar kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten OKU Timur. Menariknya ibu-ibu yang menjadi peserta lomba adalah istri-istri kepala desa (Kades) yang ada di wilayah Kabupaten OKU Timur.
     Pemantauan di lapangan Selasa (28/4) kemarin, acara lomba yang di gelar dilapangan KONI Martapura juga dimeriahkan oleh goyangan Dumang para Camat dan istrinya. Bahkan mereka sangat antusias sekali.” Nah ini baru seru, tidak hanya istri-istri kades yang ikut bergoyang dalam rangka menyambut hari Kartini, tapi Camat dan istrinya ikut bergoyang,” celetuk istri salah satu Kades dari Kecamatan Belitang II.
       Menurutnya, acara semakin meriah dengan adanya goyongan para Camat dan istrinya setelah selesai perlombaan antar Kecamatan tersebut. Namun sayangnya tidak semua camat yang ikut Goyang.” Kalau 20 orang Camat ikut bergoyang dan dilombakan juga mungkin acara akan semakin seru lagi. Bahkan jika perlu Kepala dinas yang ada di OKU Timur dan istrinya pun bisa ikut meriahkan acara-acara seperti ini,” ujarnya.
        Sementara itu, Camat Belitang II, Fifi Luthas Bahagia mengaku senang dengan adanya jadwal tambahan atau acara dadakan para Camat dan istri didaulat oleh MC untuk bergoyang dumang bersama ini.” Awalanya sempat kaget didaulat MC untuk bergoyang dumang dengan istri. Namun karena ramai-ramai ya dilakukan saja sesuai permintaan MC, kan jarang-jarang seperti begini,” ungkapnya.(fir)   

Belitang – Martapura Bisa Ditempuh Satu Jam


      BELITANG-  Jarak tempu antara Belitang dengan Martapura saat ini bisa ditempuh dengan satu jam perjalanan jika mengunakan kendaraan roda dua. Pasalnya ada berapa titik jalan provinsi di jalur tersebut sudah dilakukan perbaikan dengan pengaspalan. Perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah provinsi tersebut mulai dari BK 8 hingga BK 1 namun belum menyeluruh, masih putus-putus.
     Pemantau dilapangan Selasa (28/4) kemarin, sejumlah kendaraan roda dua atau sepeda motor bisa melaju dengan cepat. Dan, kelihatan sekali kalau mereka sudah mulai terasa nyaman melintasi jalan yang baru saja dilakukan pengaspalan.” Alhamdullilah jalur Belitang- Martapura bisa ditempuh dengan waktu satu jam dan badan sudah tidak begitu terasa capat lagi saat pulang kerja,” kata Gianto (40) salah seorang pegawai asal Belitang yang bekerja di Martapura.    
     Namun, untuk kendaraan roda empat jarak tempuh Belitang-Martapura masih lebih dari satu jam, karena di wilayah BK 9 dan Bk 10 masih banyak lubang dibadan jalan, sehingga mereka tidak bisa jalan dengan cepat.” Lubang di badan jalan di BK 9 dan BK 10 tersebut sangat menganggu, sehingga mobil tidak bisa melaju dengan cepat,” kata Sukimin (45) salah seorang pengendara roda empat, dibincangi wartawan.
     Menurut Sukimin, jalan provinsi baru nyaman dilewati kalau sudah dilakukan perbaikan semuanya secara merata mulai dari BK 11 hingga BK 1. Bahkan kalau perlu mulai dari Petanggan BK 16.” Nah itu baru asyik, kalau sekarang saya yakin masyarakat penguna jalan masih banyak yang ngeluh apalagi mereka pegawai atau karyawan yang tinggal di BK 16 – BK 11 yang bekerja di Martapura.” Ungkapnya.(fir) 

Masih Banyak Pengendara Tidak Memakai Helm


     BELITANG- Tingkat kesadaran masyarakat memakai helm (pelindung kepala) saat berkendaraan masih sangat minim. Pengendara sepeda motor masih mengabaikan himbauan Polisi Lalu lintas untuk menggunakan helm saat berkendaraan. Tapi kenyataannya hal tersebut belum bisa menumbuhkan kesadaran bagi pengendara kendaraan roda dua.

      Padahal, kesadaran bagi pengedara untuk memakai helm sangat penting, karena untuk keselamatan di perjalanan. karena Kecelakaan yang terjadi kebanyakan cidera pada kepala yang menyebabkan korban meninggal sebelum sampai di rumah sakit.


     Pemantauan di lapangan Selasa (28/4) kemarin , tepatnya di perempatan lampu merah Gumawang, Kecamatan Belitang dan pertigaan Petanggan Kecamatan Belitang Mulya mulai dari pagi hari hingga malam hari masih banyak pengendara sepeda motor yang tidak mengunakan helm.” Himbau yang sering dilakukan polisi  tetap tidak dihiraukan oleh paran penguna jalan,” kata Sukron (45) warga Gumawang.

       Sementara itu, salah satu pengendara sepeda motor yang bernama Dino (16) warga Gumawang mengatakan, dirinya membawa selalu membawa motor ke sekolah selalu tidak memakai helm. Hal ini disebabkan karena jarak sekolah yang dekat. Namun saat ditanya kalau terjadi kecelakaan dalam perjalanan, dirinya mengaku khawatir juga." Jaraknya cukup dekat ya. Kami sudah biasa tidak pakai helm. Tapi kalau jatuh, ya takut juga kali," katanya.(fir)

Senin, 27 April 2015

Belum Setahun Dicor Jalan Arah Kantor Camat Sudah Berlubang


      BELITANG-  Belum genap setahun dilakukan pengecoran jalan poros yang berada di wilayah desa Melati Agung atau jalan yang menuju arah Kecamatan Semendawai Timur sudah rusak lagi. Ada ada berapa titik dibagian badan jalan yang berlubang. Kalau tidak segera diperbaiki dikhawatirkan lubang di jalan semakin parah.
     Pemantauan dilapangan Senin (27/4) kemarin, lubung yang ada di jalan cor tersebut cukup menganggu lalu lintas kendaraan rada empat. Teruma kendaraan truk pengangkut hasil bumi berupa karet dan kelapa sawit.” Sedah sebulan ini pak jalan yang baru dilakukan pengecoran ini sudah berlubang lagi,” kata Giono (50) warga penguna jalan.
     Menurutnya, ada dua penyebab jalan yang baru dicor itu sudah berlubang, pertama karena sering dilewati oleh truk yang berat dan yang kedua kwalitas bangunan yang tidak kuat atau kurang semen dan batu.” Sebaiknya pihak PU Bina Marga OKU Timur turun langsung ke lokasi supaya bisa mengecek langsung. Dan, kalau bisa segera diperbaiki,” ujarnya.
     Seperti diketahui jalan poros yang baru dilakukan pengecoran yang kemudian sudah banyak yang rusak dan berlubang tersebut merupakan akses jalan yang ramai dilewati oleh kendaraan. Baik kendaraan roda empat jenis pribadi dan truk, juga kendaraan roda dua. Karena itu jalan satu-satunya untuk menuju ke kantor Camat dan Puskesmaskalau dari arah Melati Agung.(yog)       

RSIA Siap Layani Pasien 24 Jam


    BELITANG- Guna memberikan pelayanan yang prima kepada pasiennya Rumah sakit Ibu dan Anak ( RSIA) OKU Timur yang terletak di desa Gumawang, kecamatan Belitang terus berbenah. Selain menyiapkan 3 doketr umum dan 5 dokter spesialis mereka juga menyiapkan sarana dan prasarana yang sangai memadai untuk kelas rumah sakit.
       Sarana dan Prasarana yang dimaksud seperti kamar dan tempat timur untuk pasien, ruangan USG 2 dimensi dan 4 dimensi yang dilengkapi dengan printernya, ruang UGD, Ruang VK, Ruangan Poli Anak, Ruangan Poli Kebidanan, Runagan Poli Kandungan, Ruangan Penyakit Dalam, Ruangan Farmasi, Laboraturium  dan mobil Ambulance.
      “ Dengan kesipaan tenaga medis yang adan serta sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Rumah Sakit ibu dan Anak ini, kami yakin bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien yang berobat disini selam 24 jam. Apalagi letak lokasi yang strategis sehingga  mudah dijangkau,” kata Direktur RSUD dr. Adi Mawardi saat dibincangi wartawan. 
       Dikatakannya, semenjak Rumah Sakit Ibu dan Anak ini berdiri, berangsur cukup ramai dikunjungi oleh masyarakat atau pasien yang membutuhkan pengobatan baik itu rawat jalan maupun rawat inap.” Karena RSIA ini buka selama 24 jam non stop dengan berbagai macam kegiatan selayaknya rumah sakit,” ujar dr.Adi. (yog)

Minggu, 26 April 2015

Waspada, Harga Barang di Mini Market Rawan Penipuan


          BELITANG- Bagi Anda yang gemar berbelanja di minimarket seperti Indomaret dan Alfamart harus ekstra waspada dan teliti. Sebab, beberapa minimarket banyak yang menipu pelanggannya. Penipuan yang dimaksud adalah harga yang tertera di rak tidak sama dengan yang ada di kasir. Alhasil, pembeli yang tak teliti maka akan membayar sesuai harga yang keluar dari mesin kasir.

        Penipuan dengan kedok seperti ini beberapa kali dialami oleh seorang wanita bernama Tia (30) warga Kecamatan Belitang. Terakhir, dia mengalami kejadian itu saat berbelanja di salah gerai Minimarket di wilayah Belitang. Karena itulah dia menceritakan pengalamannya ini kepada wartawan. Supaya hal semacam ini tidak terulang lagi.

    Berdasarkan cerita Tia, saat itu dia membeli sebotol minuman yang dibandrol dengan harga Rp 3.900. Namun, saat melakukan pembayaran di kasir, tiba-tiba saja harga berubah menjadi Rp 6.300. Untungnya Tia teliti dengan perubahan harga itu, dia pun komplain kepada petugas kasir."Untung saya perhatikan dan komplain, ," ujar Tia kesal saat menceritakan pengalamannya itu kepada wartawan.

     Petugas kasir pun, langsung melakukan pengecekan ulang. Ternyata, harga yang benar adalah harga yang sudah tertera di rak tempat minuman itu diletakkan." Akhirnya sya membanyar sesuai dengan harga yang tertera di rak,"jelas Tia.

        Apa yang dialamiTia, juga pernah terjadi pada konsumen lain, namun mereka jarang ada yang complain. Jadi,  Jika Anda menemukan hal-hal seperti di atas, jangan ragu-ragu untuk komplain dan menolak membayar. Dengan begitu, niat jahat mereka untuk mengelabui Anda bisa dihindari.(fir)

Jumat, 24 April 2015

Jalan Poros Tak Bisa Dilewati, Warga Lewat Jalan Alternatif


     SEMENDAWAI TIMUR- meskipun jalan poros di wilayah desa Karang Anyar kecamatan Semendawai Timur sudah dilakukan penyekrapan dengan alat berat oleh pihak pemborong proyek irigasi lempuing, namun jalan tetap saja belum bisa dilewati jika habis diguyur hujan. Karena jalan tersebut tidak diberi batu untuk pengerasan sehingga tanah lengket jika abis hujan.
      Pemantauan di lapangan Jumat (24/4) kemarin, kerena tidak mau kejebak lumpur para pengendara kendaraan roda dua masih banyak yang melewati jalan alternative di wilayah desa Karang Anyar tersebut.” Ya kami ngambil amannya saja. Lebih baik mutar lewat jalan alternative dari pada lewat jalan poros desa karang Anyar,” kata Santoso (45) salah satu penguna jalan.
       Menurutnya, kalau mereka nekat melintasi jalan poros di wilayah desa Karang Anyar kalau habis diguyur hujan, sudah dipastikan kendaraan mereka tidak bisa lewat karena jalanan masih lengket.” Jalan poros yang disekrap oleh pihak pemborong irigasi ditimbun dengan tanah kuning, sehingga lengkat kalau abis diguyur hujan,” ujarnya.
     Terpisah Penjabat Sementara (PJS) Kepala Desa Karang Anyar, I Nengah mengatakan, seharusnya jalan yang habis disekrat tersebut langsung dikasih batu krokos atau pun batu koral, sehingga tidak lengket jika dilewati.” Kalau panas jalan poros masih bisa dilewati tapi jika habis hujan, jalanan seperti kubangan lumpur lagi, apalagi dilewati oleh kendaraan truk pengankut getah karet,” ungkapnya.(fir)

Jembatan Penghubung Tidak Belum Bisa Dilewati Mobil


       SEMENDAWAI TIMUR- Jembatan penghubung antara desa Melati Jaya dengan desa Kota Tanah sudah lama tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat, karena kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan. Dampak dari tidak bisanya dilewati oleh kendaraan roda empat di tiga desa mengakibatkan kesulitan dalam memasukan material untuk pembangunan Insfrastruktur jalan.
      Pemantauan di lapangan Jumat (24/4) kemarin tiga desa yang kesulitan untuk memasukan material baik itu semen, koral maupun pasir adalah desa Kota Tanah, desa Kota Mulya dan desa Bungin Jaya. “Terpaksa kami mengeluarkan biaya tambahan saat membembeli material pembangunan SPPIDES dan ADD kemarin”, kata Kades Kota Tanah Sutrisno.
     Menurutnya, karena tahun ini ada pembangunan jalan cor dari dana Simulan Percepatan Pembangunan Insfrastruktur Pedesaan (SPPIDES) dan Alokasi Dana Desa (ADD) terpaksa material yang kami beli harus dua sampai tiga kali pindah mobil.” Dari mobil truk panda ke mobil kecil supaya bisa memasuk desa kota Tanah,” ujarnya.
       Karena itulah, dirinya selaku Kades mewakil warga Kota Tanah mengharapkan sekali adanya perbaikan pada jembatan penghubung antara desa Melati Jaya dengan desa Kota Tanah”, Kami mohon jembatan penghubung tersebut segera diperbaiki secepatnya. Kalau bisa tahun ini juga,”ungkapnya.(fir)