Rabu, 29 April 2015

Duku Komering Dijual Rp 5 Ribu Perkilonya


      BELITANG- Sudah hampir seminggu ini Duku lokal dari Rasuan membanjiri pasar Gumawang, Kecamatan Belitang. Buah berwarna kuning yang rasanya sangat manis ini dihargai Rp 5 ribu perkilonya oleh para pedangang. Namun apabila ingin membeli banyak dengan harga murah para pembeli disarankan membeli langsung ke wilayah Rasuan.
     Aibun( 45) salah seorang penjual duku di pasar Gumawang mengatakan, duku yang mereka jual benar-benar duku asli komering. Jadi para pembeli tidak akan kecewa meskipun harganya Rp 5 ribu perkilonya.” Ini duku asli komering,kami jamin para pembeli tidak akan kecewa dengan rasanya,” katanya saat dibincangi wartawan Senin (30/3) kemarin.
    Menurutnya, saat ini duku Komering baru sekita seminggu kami jual, kemungkinan pada bulan April nanti harganya bisa lebih murah lagi, yakni 3 kilo bisa dijual dengan harga Rp 10 ribu.” Seperti duku Muara Dua kemarin, kami para pedagang menjualnya 3 kilo dengan harga Rp 10 ribu,” jelasnya.
      Sementara itu, Tina (32) salah seorang pembeli duku di pasar Gumawang mengaku puas dan tidak kecewa membeli duku komering, karena rasanya lebih masis dari duku Muara dua yang banyak dijual kemarin.” Saya raya denga kualitas dan rasanya, membeli duku komering dengan harga Rp 5 ribu perkilonya tidak rugi. Wajar kalau di Jakarta duku Komering bisa dijual dengan harga Rp 10 ribu perkilonya,” ungkapnya.(fir)

Poster Bakal Calon Bupati OKUT Timur Marak


          BELITANG- Menjelang pemilihan kepala daerah Kabupaten OKU Timur, yang rencananya akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang, sejumlah nama sudah bermunculan untuk menjadi calon bupati maupun untuk calon wakil bupati OKU Timur periode 2016-2021. Bahkan mereka juga sudah banyak memasang poster ataupun baliho disepanjang jalan provinsi Belitang-Martapura.
        Pemantauan dilapangan, poster maupun baliho yang bakal calon bupati OKU Timur yang dipasang di sepanjang jalan raya provinsi Belitang-Martapura tersebut adalah, Edwar Jaya, Syanubi, Almawardi, Sugeng, Agustini. Bahkan Kholid mawardi sudah bergangengan dengan Feri Antoni. Lalu seperti apakan tanggapan masyarakat OKU Timur dengan hal tersebut.
       Sugiman (35) warga Belitang mengatakan hal yang positif jika ada berapa figure yang berminat untuk maju dalam pemilikada OKU Timur periode 2016-2021. Dengan demikian masyarakat juga bisa mengenalnya dengan memasang poster di pinggir jalan raya provinsi tersebut.” Positif menurut saya. Bahkan jika perlu di desa-desa juga dipasang poster dan baliho tidak hanya di jalan raya provinsi saja,” katanya.
     Sementara Nanang (40) warga belitang lainnya mengatakan hal yang serupa. Menurutnya, dengan cara demikianlan masyarakat akan mengenal siapa saja yang akan menjadi peserta pemilukada OKU Timur yang akan digelar pada 9 Desember mendatang.” Selama ini masyaratkan banyak yang belum mengenal figure-figur yang akan memimpin OKU Timur mendatang setelah pak Herman Deru,” ungkapnya.(fir)

Dari Sembako, Batu Akik Hingga Ke Calon Bupati


      BELITANG- Selain membincangkan persoalan sembako yang mahal, murahnya harga karet dan indahnya batu akik, ternyata ada tema baru yang mulai diperbincangan oleh masyarakat. Baik itu di tempat hajatan, di perkantoran hingga  warung-warung kopi. Apa itu? Ternyata calon pemimpin OKU Timur periode 2016-2021 mendatang.
      Berdasarkan pemantauan dilapangan, nama-nama bakal calon bupati OKU Timur selalu menjadi pembahasan yang menarik jika ada sekelompok orang berkumpul. Terutama nama-nama yang telah memasang poster dan baliho disepanjangan jalan provinsi.” Ini menjelang Pemilihan bupati mas, jadi paslah menjadi obrolan kita saat berkumpul, apalagi kalau ada salah satu tim sukses salah satu bakal calon,’ kata Abdul (33) warga Belitang saat dibincangi wartawan Rabu (29/4) kemarin.
      Menurut Abdul, karena banyaknya bakal calon bupati OKU Timur yang bermunculan semakin bertambah panjang juga materi yang diobrolkan apalagi ditemani dengan kopi susu yang panas.” Meskipun diobrolkan panjang lebar, namun tidak ada kesimpulan karena mereka baru bakal calon belum menjadi calon bupati OKU Timur, tapi tetap menarik menjadi tema obrolan,” ujarnya.
     Lalu, saat ditanya siapa kira-kira bisa menjadi pemenag pada pemilukada OKU Timur mendatang? Abdul tidak berani menjawab. Karena menurutnya persaingan untuk mereput kursi pasar OKU Timur satu sangatlah ketat.” Saat ini semua bakal calon mempunyai peluang yang sama. Tinggal bagaiman strategi tim pemengan mereka nanti bekerja dilapangan hingga pelaksanaan pencoblosan pada 9 desember mendatang,” ungkapnya.(fir) 

Selasa, 28 April 2015

Hendak Pulang ke Palembang, Malah Di Kroyok Warga


           BELITANG – Nasib naas dialami oleh Hermadi Setiawan dan Laura Restuti Binti Budi  bersama anaknya.  Warga Komplek CPM Blok F No 78 Sekip Ujung Palembang, mengalami pencurian dengan kekerasan atau pengeroyokan oleh massa yang berjumlah  sekitar 50 orang.  Kejadian dialaminya pada minggu (26/04) sekitar pukul 16.00 WIB ketika berangkat dari desa Lebak  Kajang, Kecamatan Madang Suku 1, Kabupaten OKU Timur hendak  menuju Palembang.
Sesuai dengan laporan kepolisian yang diterima Polsek  Cempaka menyebutkan  sesuai laporan yang diterima oleh Polsek Cempaka dengan  nomer laporan  polisi LPB/08/IV/2015/SUMSEL/OKUT/SEK.CPK tanggal 27 April 2015. Yang melaporkan  saksi korban yang merupakan seorang ibu rumah tangga bernama Laura Restuti warga Komplek CPM Blok F  no 78 sekip Ujung, Palembang. Pada  minggu (26/04) sekitar pukul 16.00 WIB dirinya satu keluarga mengalami pengeroyokan oleh massa yang  tak dikenal ketika dalam  perjalanan dari Desa Lebak  Kajang, Kecamatan Madang Suku 1, Kabupaten OKU Timur dengan menggunakan  mobil truk warna kuning menuju Palembang.
Dikatakan, sesampai  di Desa Mangulak, kecamatan Madang Suku I suami korban yang menyetir kendaraan  mobil  berjalan jig jag . Hal ini untuk  menghindari lubang yang ada di jalan..  Tiba tiba dari belakang mobil yang  mereka kendarai terdapat satu buah sepeda motor yang dikendarai oleh tiga orang  yang berteriak teriak kepada masyarakat disekitar bahwa mobil tersebut telah menyerempet orang.  Tetapi menurut pengakuan korban  dalam laporan yang masuk, ia tidak merasa menyerempet, dan sepeda motor tersebut yang ditumpangi oleh tiga orang tersebut tidak terjatuh,” jelas saksi saat melapor ke  Polsek Cempaka.
Lebih lanjut dikatakan Laura saat melapor , karna pengendara motor yang berada di belakang korban tersebut masih terus berteriak teriak bahwa mereka diserempet oleh truk yang di tumpangi korban.  Pengendara motor  mengajak masyarakat untuk mengejar mobil truk yang korban tumpangi.  Masa yang berjumlah sekitar 50orang  ikut   mengejar truk yang ia tumpangi. Hingga akhirnya berhenti di perbatasan Desa Betung. Masa yang mengejar dengan kendaraan motor berhasil memberhentikan mobil serta mengeroyok korban. “ Pengeroyokan terhadap supir truk yang juga merupakan  suami pelapor  serta  melakukan perusakan  terhadap mobil mereka dilakukan di Dusun Gedung, Desa Minanga ”ungkap korban yang juga diamini Polsek Cempaka Iptu Fauzi Shaleh.
Atas pengeroyokan  masa tersebut di wilayah  hukum Polsek Cempaka korban mengalami luka di kepala, tangan memar,  serta kerugian secara materi mobil rusak, uang tunai senilai Rp 15.200.000 raib , serta dua buah hanphone merek Nokia dan Mitto juga ikut hilang. Saat ini kasus tersebut sedang didalami oleh Polsek Cempaka. (and/mg3)

Warga Tanam Pisang Ditengah Jalan


          BELITANG – Tanaman pisang tumbuh di tengah jalan penghubung desa, dijalan penghubung Desa Sido Gede dengan Desa Harjowinangun, Kecamatan Belitang, warga menanam batang pisang karna merasa kecewa dengan kondisi jalan yang rusak berlubang, Hal tersebut diungkapkan juni warga sekita,  Selasa (28/4)
         Jalan penghubung terletak diantara  Desa Sido Gede dengan Desa Harjowinangun, Kecamatan Belitang, Selasa (28/4) selain ditumbuhi oleh sebuah batang pisang ditengah jalan juga keadaannya rusak berlubang dipenuhi oleh air, kondisi jalan masih tanah yang bercampur batu.
         Menurut Juni warga sekitar kepada media ini mengatakan, tanaman pisang yang tumbuh di tengah jalan penghubung antara Desa Sido Gede dengan Harjowinagun tersebut ditanam warga, pnyebabnya dikarenakan kondisi jalan penghubung antar desa rusak dan berlubang,” Penanaman pisang dilakukan karna jalan selalu rusak sehingga warga menanaminya dengan pisang,” terangnya.
          Dirinya berharap kepada pemerintah agar melakukan perbaikan terhadap jalan, Melakukan pengecoran beton terhadap jalan penghubung yang kini masih jalan tanah dan bercampur batu tersebut.(MG3)